Kota Solo
Pada awal abad 18 terdapat kampung solo yang menjadi cikal bakal kota solo, pada masa Pemerintahan Pakubuwono II, dalam rangka pemindahan Ibukota Kerajaan Islam Mataram, kemudian lebih dikenal dengan Surakarta.
Kota Solo karena memiliki banyak bangunan tua dan situs bersejarah, seperti keraton Surakarta dan puri mangkunegaran. Kawasan perdagangan laweyan, balong, Pasar kliwon menjadikan solo sebagai kota pusat bisnis dan perdagangan.Adanya kantong-kantong kegiatan
kesenian ditambah berbagai ritual upacara yang dilaksanakan Keraton Kasunanan maupun
Mangkunegaran, menjadikan kota Solo menyandang predikat sebagai kota budaya
sekaligus daerah tujuan wisata.
Kebesaran Surakarta sebagai pusat sejarah perjuangan bangsa tertama pada masa Pemerintahan Pakubuwono X, dimana Pakubuwono X yang dianggap lemah oleh Belanda, dengan jasa Pakubuwono X mampu melahirkan tokoh pergerakan Boedi Utomo dan juga Syarekat Islam (SI).
Paku Buwono X berperan dalam pergerakan nasional dengan
mendukung para pelopor perjuangan kemerdekaan lewat pemberian fasilitas,
materi, keuangan dan moral. Pakubuwono X terbukti membantu pergerakan Budi
Oetomo dan pendirian Serikat Islam.
The spirit of java merupakan slogan atau brand hasil kesepakatan dari kepala wilayah eks karisidenan Surakarta atau Solo Raya yaitu Surakarta, Boyolali, Sukoharjo,
Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten (Subosukowonosraten) dengan tujuan yaitu mengkomunikasikan potensi wilayah bersama sehingga dapat menarik investor ke wilayah ini, sehingga kemajuan dapat dirasakan bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar